Malaysia Lanjutkan Lockdown, Pekerja Migran Asal Sambas Dalam Kondisi Terancam

Editor: Redaksi author photo
Kamal Kasim, pekerja migran asal Desa Serunai, Kec. Salatiga dalam kondisi sakit ginjal saat ini berada di Miri, dalam koordinasi dengan KJRI untuk diusahakan kepulangannya. Foto : Fb Ali Ingga
SAMBAS, Sambasupdate.com- Sejak diberlakukannya Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) di Malaysia 18 Maret 2020, dan kembali diperpanjang pada fase ketiga 15 - 28 April 2020 semakin membuat pekerja migran Indonesia dalam kondisi serba sulit dan memprihatinkan, hal ini juga dihadapi pekerja migran asal Kabupaten Sambas yang tersebar dibeberapa kota di wilayah Serawak.

Direktur Eksekutif Buruh Migran Assambasy, Galih Usmawan dalam pernyatannya menyampaikan bahwa "kondisi pekerja migran asal Kabupaten Sambas yang mendominasi bekerja di sektor informal terancam kebutuhan hidupnya karena tidak bisa bekerja, hal ini berdampak kepada pendapatan mereka, "katanya, Sabtu (18/4/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, dari informasi jaringan pekerja migran yang kami himpun, dalam situasi yang serba terbatas tentu mereka lebih memilih pulang dan sebagian ada yang memilih bertahan walau pun dalam kondisi serba sulit, "beber Galih.

Ditambahkan dia, bahwa pemerintah daerah Kab.Sambas harus segera mengambil langkah cepat dalam penanganan dan pemulangan PMI asal Kab.Sambas. Perpanjangan PKP di Malaysia sangat berdampak pada pekerja migran kita. Pemerintah daerah punya tugas dan tanggung jawab sebagaimana termaktub dalam UU No.18 Tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia pasal 41, "jelasnya.

Kondisi Pekerja Migran Asal Sambas di Serawak, Malaysia

Terpisah, Indah pekerja migran asal Desa Sungai Kumpai, Dusun Semayong, Kec.Teluk Kermat menyampaikan melalui pesan whatsapp mengeluhkan kondisinya saat ini sedang hamil 7 bulan, dia berangkat pada bulan Juli 2019 bersama suaminya untuk bekerja sebagai pekebun sayur di daerah Miri.

Indah bersama suaminya tidak bisa keluar rumah dan bertahan dalam kondisi kekurangan. Sampai saat ini bantuan sembako belum menjangkau mereka. "bekerja di perkebunan sayur ini, kami berdua saja WNI, dikediaman yang disediakan oleh tauke ini kami tinggal berdua bersama suami, kami berdua berniat pulang kampung, sekali lagi kami berharap bisa pulang, mohon perhatiannya, "katanya.

Lebih memprihatikan lagi kondisi Inam Hairun yang karib disapa pakude Naam, pekerja migran asal Desa Setalik, Kec.Sejangkung, ia saat ini dalam kondisi sakit parah dan ingin pulang kampung agar bisa dirawat disana. Sampai saat ini teman-teman pekerja migran sedang mengusahakan kepulanganya ke kampung halaman, dari jaringan buruh migran sudah berkomunikasi dengan Kepala Desa Setalik untuk melakukan penjemputan di border, Aruk, Sajingan, "ujar Farid.

Kondisi yang sama juga dialami Kamal Kasim, pekerja migran asal Desa Serunai, Kec.Salatiga. Ia saat ini sedang mengalami sakit ginjal. Ali Ingga dalam postingannya di group Facebook Anak Perantau Kab.Sambas mengatakan bahwa, Ali Kasim saat ini sedang berada di Area Subis, Miri. Sampai saat ini sudah melakukan koordinasi ke KJRI untuk kepulangannya, semoga mendapat respon dengan baik, kata Ali dalam postingannya, Sabtu, (18/4/2020).

Lebih lanjut, Heri Jusman pekerja migran asal Desa Sekuduk, Kec.Sejangkung yang bekerja sebagai pengajar agama di daerah Niah, Miri, turut menuturkan ceritanya, "Sebagai orang yang sedang merantau dinegeri orang. Tentulah pahit manisnya pengalaman siap dihadapi, bahkan harga diri dan nyawa pun mesti siap dipertaruhkan.

Ia menambahkan, walaupun demikian sebagai manusia yang bernegara, selain kewajiban mematuhi aturan-aturan, maka kami sebagai anak perantau juga memiliki hak-hak. Hak kami untuk tetap hidup, dan mendapatkan perlindungan. "Mohonlah kiranya pemerintah daerah Sambas khususnya untuk memperhatikan keluhan-keluhan urang kite yang dirantau. Karena selain berdoa, kepada siapa lagi kami mengadu cerita melainkan kepada pemerintah kami meskipun saat ini badan kami di negeri orang, "harap Heri Jusman yang juga koordinator Buruh Migran Assambasy wilayah Serawak ini. (Gus).
Share:
Komentar

Berita Terkini