Ini Tanggapan KJRI Kuching Atas Surat Keberatan Gubernur Kalbar Terkait Pemulangan TKI Luar Kalbar

Editor: Redaksi author photo
Konjen RI Kuching Yonny Tri Priyatno (kanan pertama). Foto :kemlu.go.id
SAMBAS, Sambasupdate.com-Sebelumnya Gubernur Kalbar, Midji sapaan akrabnya, Sabtu, (25/4) menyampaikan keberatan atas Pekerja Migran asal luar Kalbar untuk dipulangkan melalui PLBN yang ada di Kalbar. Ia mengatakan, untuk mengurus sebanyak 200 orang yang sudah dipulangkan saja, Kalbar cukup direpotkan. Apalagi jika ada 10 ribu orang PMI yang harus diurus kepulangannya.

“Kasihan yang dari luar Kalbar mau ditampung dimana, sementara kita punya ODP juga, kalau masih lewat Kalbar, maka akan saya kembalikan ke Kuching, "tegasnya.

Terpisah, pihak KJRI Kuching dalam keterangannya ia menyampaikan, deportasi itu pemulangan WNI yang bermasalah terkena hukuman oleh negara setempat karena masa hukumannya telah selesai. "jadi memang sudah ada timing dan pengaturan. Kalau deportasi tidak dilaksanakan akan berefek hukum lagi, karena WNI yg seharusnya sudah habis masa hukumannya akan menuntut masa pembebasannya.

Sementara pembebasan mereka ketentuannya dengan cara pemulangan atau deportasi, "jelas Konjen RI Yonny Tri Priyatno Minggu, (26/4/2020) via Whatsapp.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan deportasi ini kegiatan yang sinergi antara pemerintah Sarawak dengan KJRI, dan KJRI dengan BP3TKI Pontianak, Dinsos Kalbar, Imigrasi dan instansi terkait lainnya.

Saat ini kami sedang koordinasi dengan pihak penjara Sarawak, Imigrasi Sarawak dan Polis sarawak untuk menunda dulu deportasi yg berikutnya.

Hasil tim kami, sesuai dengan keinginan pak Gubernur, maka deportasi akan kami lakukan bertahap, untuk yang awal hanya untuk warga Kalbar lebih dahulu, baru warga luar Kalbar yang karena kondisi transportasi sedang terhenti dilakukan pada saat kondisi sudah normal kembali, "ungkapnya.

Berikut penjelasan kepala KJRI Yonny Tri Prayitno atas surat Gubernur Kalbar;

1. KJRI Kuching tidak pernah merencanakan pemulangan WNI.

2. KJRI Kuching bahkan mengimbau demi keselamatan bangsa kita, agar WNI menunda kepulangan ke Indonesia termasuk yang mau mudik atau pulang kampung

3. Bahkan untuk saat ini terhitung mulai tanggal 25 April Semua penerbangan dan angkutan laut di Indonesia berhenti operasional sampai Juni 2020 sehingga tidak memungkinkan WNI untuk pulang ke daerah asalnya di Indonesia.

4. Oleh karena itu, KJRI Kuching sementara ini tidak melayani pemberian surat jalan bagi WNI bukan warga Kalimantan Barat yang akan pulang ke Indonesia.

4. Untuk saat ini KJRI Kuching hanya membantu membuatkan surat jalan bagi warga Kalimantan Barat yang akan pulang secara mandiri namun tetap dengan ketentuan yang dibolehkan oleh pemerintah Sarawak. (Gus)
Share:
Komentar

Berita Terkini