RI Bergantung Produk Pertanian dan Manufaktur China

Editor: Redaksi author photo
Foto Source:cnbcindonesia.com
JAKARTA, Sambasupdate.com- Selain produk-
produk manufaktur, Indonesia juga mendatangkan produk-produk pertanian dari China. Paling besar adalah bawang putih dengan nilai impor US$ 529,96 juta sepanjang 2019. Seluruh bawang putih impor adalah dari China, tidak ada yang berasal dari negara lain. Ketergantungan yang luar biasa.

Indonesia juga mengimpor cabai dan produk-produk turunannya dari China. Misalnya cabai segar dingin, dengan nilai impor US$ 4.050 sepanjang 2019. Tidak terlalu besar, karena produk dalam negeri sudah relatif mampu memenuhi permintaan.

Namun lagi-lagi terlihat ketergantungan terhadap China begitu tinggi. Negara asal impor cabai segar dingin selain China hanya dua yaitu Amerika Serikat (AS) dan Singapura. Akan tetapi, nilainya sangat jauh di bawah China.

Masih soal cabai, Indonesia juga mengimpor cabai awet sementara dari China senilai US$ 13.990 pada 2019. Kasusnya sama seperti cabai segar dingin, impor dari China jauh melampaui dari negara-negara lainnya.

Produk pertanian lainnya yang diimpor Indonesia dari China adalah tembakau. Maklum, China adalah negara produsen tembakau terbesar di dunia sehingga produksinya tentu menjangkau berbagai negara.

Sepanjang 2019, impor tembakau Indonesia dari China bernilai US$ 183,79 miliar. China menduduki peringkat pertama, tetapi jarak dengan Brasil di posisi kedua tidak terlampau lebar.

Akan tetapi, walau pasokan tembakau impor dari China seret pun sepertinya tidak banyak menyebabkan guncangan. Pasalnya tembakau dalam negeri relatif mumpuni untuk memenuhi permintaan.

Selain itu, impor tembakau juga sudah lebih terdiversifikasi. Kalau impor dari China seret, pasokan dari negara lain bisa menutupi.
(Sumber:cnbcindonesia.com)
Share:
Komentar

Berita Terkini