Blok Beton 3B, Amankan Abrasi Garis Pantai

Editor: Redaksi author photo
Kemen PUPR kembang blok beton 3B. Foto:Dok. Kemen PUPR
Sambasupdate.com- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menciptakan teknologi Blok Beton Berkait, Berongga dan Bertangga (3B).

Blok Beton 3B diklaim sebagai solusi mencegah longsor dan pergeseran garis pantai akibat erosi gelombang air laut.

Blok tersebut dirancang dengan sistem modular interlocking pabrikasi. Dengan demikian dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pengerjaan di lapangan karena hanya berupa instalasi.
Pengembangan ini dilatarbelakangi kondisi garis pantai Indonesia yang rentan terkena abrasi. Seperti diketahui, negeri ini memiliki garis pantai sepanjang 99.093 kilometer.

Salah satu cara untuk mengatasi abrasi adalah dengan menanam mangrove. Akan tetapi usaha itu pun dinilai kurang, hingga akhirnya pemasangan infrastruktur pelindung pantai menjadi pilihan lain. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (26/1/2020), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan konstruksi dengan cara biasa.
Indonesia membutuhkan penerapan teknologi agar percepatan pembangunan bisa dicapai.

Menurut Basuki, riset dan teknologi menjadi salah satu aspek dari lima pilar terobosan Kementerian PUPR dalam percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air.

Penerapan Blok Beton 3B

Teknologi ini dapat diterapkan di pantai berpasir dengan maksimal ketinggian gelombang moderat 1,5 meter.
Adapun bahan pembentuknya adalah beton K-222 dengan koefisien stabilitas lapis lindung sebesar 34,63, dan disebut mampu menahan gelombang setinggi 2 meter.

Basuki mengatakan, keuntungan lain dari blok beton ini yaitu efektif dalam pengamanan pantai, rayapan gelombang rendah, sistem interlocking yang kuat, serta bahan konstruksi mudah didapat.

Adapun penerapan teknologi blok beton ini adalah dengan menggali tanh untuk
menetukan elevasi dan kedalaman galian yang akan dicapai.

Proses selanjutnya adalah pemasangan mini pile pabrikasi dengan tinggi maksimal 3 meter lalu dilanjutkan dengan pemasangan batu kaki.
(Sumber:kompas.com)
Share:
Komentar

Berita Terkini