Abrasi Pantai Paloh Kian Parah, Ancam Pemukiman Warga dan Badan Jalan

Editor: Redaksi author photo
Abrasi pantai sudah mengenai pemukiman warga, Desa Matang Danau, Paloh Kabupaten Sambas. Kamis (27/2/2020). Foto. Dok. Andrey Wapatara. 

SAMBAS, Sambasupdate.com- Bagi masyarakat di wilayah pesisir pantai, abrasi masih menjadi momok menakutkan. 

Diantaranya abrasi yang terjadi di pesisir pantai Kecamatan Paloh, meliputi Desa Tanah Hitam, Desa Matang Danau Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Desa Kalimantan bahkan sampai di Desa Arung Parak Kecamatan Tangaran.  

Sebagaimana informasi yang diterima gempuran ombak berhasil mengikis bibir pantai dan memakan badan jalan, selain itu merusak tanggul pemecah ombak juga telah merusak pemukiman warga sekitar pantai. 

Tidak mau berpangku tangan, warga secara mandiri dengan karung berisi pasir, ada juga warga sengaja membeli batu untuk membuat tanggul. 

Terkait hal ini, DPRD Sambas melalui Wakil Ketua Komisi III H. Anno menyampaikan, bahwa secara kelembagaan DPRD Sambas hari ini, Senin (2/3/2020) melakukan hearing lintas komisi terkait upaya kita untuk menanggulangi abrasi pantai Paloh yang kian mengkhawatirkan.

Pihaknya dalam beberapa kesempatan telah berkoordinasi dan melaporkan kerusakan pesisir pantai Paloh, Jawai dan Pemangkat kepada Pejabat Kementerian PUPR, "jelas Politisi Gerindra ini. 

"Sudah, sudah kami laporkan ke pejabat Kementerian PUPR, tim mereka juga sudah survei ke lapangan. Informasi yang kami dapatkan ada 300-an meter tahun ini untuk pembuatan tanggul pemecah ombak, " kata H. Annno

Tapi kita akan perjuangkan terus hal ini, tidak bisa dibiarkan, bisa putus akses jalan ke Paloh, karena kerusakan abrasi ini kurang lebih 4 kilometer, "tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini Pihak DPRD tidak tinggal diam, hearing digelar lintas komisi, Senin (2/3/2020) diketuai langsung Ketua Komisi I, Lerry Kurniawan Figo, Ketua Komisi III Trisno dan sejumlah angggota DPRSD Sambas. Hearing ini juga dihadiri pihak pemerintah daerah, yakni Asisten III Setda, Bappeda, BPBD,  Kabag SDA Setda, Dinas Perkim LH, Camat Paloh, Kades dan juga pegiat lingkungan. 

Lebih lanjut, aktivis Pemuda Kecamatan Paloh, Fikri Haqil Nur menyampaikan, terkait abrasi yang terjadi di beberapa wilayah Desa di Kecamatan Paloh, yakni Matang Danau, Tanah Hitam, Kalimantan dan Arung Parak, Tangaran harus menjadi perhatian kita bersama.

Ditambahkan dia, mengingat abrasi sudah merusak sejumlah rumah penduduk bahkan akan memutus akses jalan, kalau tidak segera ditanggulangi. Diketahui bahwa per tahun diperkirakan 12 meter terjadi pengikisan daratan dan bibir pantai, kondisi terkini jarak bahu jalan dengan bibir pantai hanya 3 meter saja, " beber Fikri. 

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sambas harus bertindak cepat menyampaikan hal ini ke Pemerintah Pusat, karena jika tidak segera ditindaklanjuti akan menghambat mobilitas dan roda perekonomian warga.

Masih Fikri, diperlukan pemasangan balok beton disepanjang pesisir pantai yang mengalami abrasi parah, tentu ini memerlukan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR, "pungkas Ketua Badko HMI Kalbar ini. 



Share:
Komentar

Berita Terkini