Corporate Gathering OSO Group, Tunjuk KH Said Aqil Preskom dan Gories Mere Komisaris Independen

Editor: Redaksi author photo
Chairman OSO Group, Oesman Sapta Odang Dalam Acara Corporate Gathering, Grand Ballroom Hotel Ritz Charlton, Jakarta, Rabu (29/1/2020)
Sambasupdate.com, Jakarta- Chairman OSO Group Oesman Sapta Odang (OSO) mengangkat KH Said Aqil Siraj sebagai Presiden Komisaris OSO Group. Selain Kiai Said, Oesman juga mengangkat Letjen Polisi (Purn) Gories Mere sebagai Komisaris Independen OSO Group.

“Sejak malam ini beliau menyatakan bersedia menjadi Preskom OSO Group. Kemudian, Komisaris Independen Letnan Jenderal (Purn) Gories Mere,” kata Oesman  saat Corporate Gathering OSO Group di Grand Ballroom Hotel Ritz Charlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1) malam.

Mantan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu meyakini bergabungnya KH Said Aqil dan Gories Mere, akan membuat OSO Group semakin besar. Karena itu, OSO juga mengajak seluruh karyawan OSO Group terus bersama-sama membangun dan membesarkan perusahaan. 

“Atas nama keluarga dan organisasi saya berdoa semoga semua diberi berkah oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan membangun organisasi ini dengan hati nurani,” ujarnya.

Pria kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat 18 Agustus 1950 itu mengatakan bahwa kedua tokoh ini juga akan menjadi kunci dalam rangka membangun kekuatan OSO Group dengan strategi 5S.

Ia menjelaskan S pertama adalah strategi. “Strategi apa yang ingin dibangun ke depan untuk memajukan perusahaan ini,” kata OSO. S kedua adalah struktur, S ketiga ialah skill. “Di sini, yang perlu diperhatikan adalah penempatan orang di posisi yang tepat ,” ujar dia.

OSO melanjutkan, S keempat adalah sistem. Menurut OSO, kalau sudah ada strategi, struktur, dan skill, tetapi tidak memiliki sistem maka perusahaan tidak akan berjalan dengan maksimal. Nah, S yang kelima adalah speed dan target. OSO bilang bahwa sebuah perusahaan harus memiliki target. Dalam mencapai target itu harus punya ukuran waktu. “Jadi, speed dan target adalah kecepatan dalam pencapaian hasil daripada target itu sendiri,” katanya.

OSO menjelaskan bahwa 5S inilah yang menjadi filosofi hidupnya. Dia bercerita, dengan prinsip 5S itu, telah membangun perusahaan mulai dari nol. “Bayangkan saya membangun perusahaan ini dengan modal Rp 500 ribu pada tahun 1974 dan itu pun kredit di bank. Waktu itu di perusahaan hanya tiga orang. Saya, pembantu, dan staf saja,” katanya.

Sekarang OSO Group telah menggurita di berbagai bidang dengan total karyawan kurang lebih 25 ribu orang di seluruh Indonesia. "Saya bukan pemegang saham. Sepeser pun tidak ada, tetapi yang punya adalah istri dan anak-anak saya. Saya kerja untuk keluarga, dan semua orang yang bersama saya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, OSO juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para karyawan yang telah mengabdi bersamanya minimal 15 tahun. Mereka dipanggil naik ke atas panggung untuk mendapatkan penghargaan langsung dari OSO.

"Dari tahun 1974 sampai sekarang, tidak ada karyawan yang mau berhenti ketika bekerja sama saya. Bahkan kalau ada yang mau berhenti, mereka tidak mau. Artinya saya sayang sama karyawan saya, walaupun kadang saya suka menegur dan memarahi, tetapi jadi juga. Dan saya tidak suka karyawan saya disentuh siapa pun,” beber OSO. (JPNN) 

Share:
Komentar

Berita Terkini